RSS
Write some words about you and your blog here

Pages

Monday, April 2, 2012

Untitled

1.22 am

baru saja kukatakan kepadamu, bagaimana kondisiku kini.

aku tengah mengalami kesulitan untuk tidur. suatu kondisi yang tidaklah baru untuk aku alami. aku pernah berkali-kali bercerita panjang lebar kepadamu kan? betapa "penyakit" gila ini sudah lama aku alami, bertahun-tahun bahkan khususnya semenjak aku mulai menjajaki keseriusan sekolah.
hari demi hari aku lalui tanpa mengenal perbedaan yang jelas antara malam dan pagi.

kamu pun sekarang sedang sulit tidur kan? walaupun secara kondisional agak berbeda dengan apa yang kualami.
kamu sulit tidur karena tuntutan profesimu
bukan sulit, namun belum boleh tidur..
entah sedang berkutat dengan nada-nada apa kau sekarang. dapat dibayangkan, studio berukuran berapa kali berapa meter itu pasti sedang riuh rendah dengan berbagai bunyi-bunyian.
bedanya dengan aku, mungkin bagimu malam tetaplah malam dan pagi tetaplah pagi, biarkanlah siang berada ditengah-tengah mereka..

kalau tidak salah, sebelum aku berkutat dengan omong kosongku ini, aku sempat mengatakan betapa aku merasakan kepalaku terasa berat kan?
ini salah satu gejala yang seringkali aku alami ketika aku ingin melakukan sesuatu, namun tidak tahu apa yang harus dilakukan.
seperti seakan-akan ada banyak fenomena terjadi didalam kepalaku dan semua-muanya ingin dikeluarkan, namun kekurangan kapabilitas panca-inderaku justru menghalangi niatan mereka yang membludak.

salah satu fenomena yang ada dikepalaku adalah pemikiran-pemikiran abstrak mengenai kamu.
walaupun segala bentuk omong kosong akan tetep terdengar seperti omong kosong, namun percaya tidak percaya, segala bentuk tingkah laku yang sensorik beradu panjang didalam kepalaku.
bahkan, gilanya.. segala bentuk tingkah laku yang secara sensorik belum tentu kamu bisa, akan, maupun terpikir dilakukan atau melakukan hal yang sama.
pemikiran-pemikiran tersebut membuatku gila
asal tahu saja..
meter-kubik kotakku sudah terlalu penuh, apakah perlu ditambah dengan abstraksi-abstraksi tentangmu seperti itu??
bagaimana menurut kamu?

dan, yang lebih mengesalkan lagi, ketika nampaknya syaraf-syarafku yang berkumpul di otak sudah sedikit membandel, mereka mengirim sinyal-sinyal tolol kepada kelenjar-kelenjar yang ada disekitar mataku.
sedikit saja aku berpikir, tak ayal air matapun ikut tertumpah.
buat apa coba??

apakah aku sedih? aku tidak tahu..
apakah itu air mata bahagia?? lebih tidak tahu lagi..

bahkan, boleh dibilang
semenjak aku mengenal kamu secara mendalam seperti sekarang, nampaknya aku mulai kehilangan kemampuanku dalam memberikan batasan-batasan yang jelas antara konsepsi-konsepsi yang melibatkan perasaan.

aku sudah tidak tahu lagi bedanya senang dan sedih
semuanya blur..

bahkan kini, sekarang, aku seakan sudah tidak mengerti lagi bedanya omong kosong  dengan yang bukan omong kosong..
bahkan aku seakan tidak tahu, antitesa dari omong kosong, antonimnya..
apa ya??
kalau kamu tahu, mohon secepatnya beritahu aku..

karena semakin aku terjaga, semakin omong kosong yang keluar
semakin aku menulis, semakin aku mengeluarkan kata "omong kosong"
padahal secara linguistik, istilah "omong kosong" itu sebenarnya agak-agak absurd.
apa itu omong kosong?
omong ya omong.. kosong ya kosong..

nah kamu semakin bingung kan??

oke, daripada kamu bingung.. sebaiknya aku persingkat aja omong kosong yang penuh kekosongan ini.

karena nampaknya segala omong kosong ini hanya sekedar uraian kata-kata tolol yang berusaha mengisyaratkan betapa aku merindukanmu malam ini..
malam-malam kemarin dan malam setelah ini..

April-02-2012
-Rianda Rizky Permata-

1 comments:

Rianda Rizky Permata said...

Cerita fiksi :)

Post a Comment

Monday, April 2, 2012

Untitled


1.22 am

baru saja kukatakan kepadamu, bagaimana kondisiku kini.

aku tengah mengalami kesulitan untuk tidur. suatu kondisi yang tidaklah baru untuk aku alami. aku pernah berkali-kali bercerita panjang lebar kepadamu kan? betapa "penyakit" gila ini sudah lama aku alami, bertahun-tahun bahkan khususnya semenjak aku mulai menjajaki keseriusan sekolah.
hari demi hari aku lalui tanpa mengenal perbedaan yang jelas antara malam dan pagi.

kamu pun sekarang sedang sulit tidur kan? walaupun secara kondisional agak berbeda dengan apa yang kualami.
kamu sulit tidur karena tuntutan profesimu
bukan sulit, namun belum boleh tidur..
entah sedang berkutat dengan nada-nada apa kau sekarang. dapat dibayangkan, studio berukuran berapa kali berapa meter itu pasti sedang riuh rendah dengan berbagai bunyi-bunyian.
bedanya dengan aku, mungkin bagimu malam tetaplah malam dan pagi tetaplah pagi, biarkanlah siang berada ditengah-tengah mereka..

kalau tidak salah, sebelum aku berkutat dengan omong kosongku ini, aku sempat mengatakan betapa aku merasakan kepalaku terasa berat kan?
ini salah satu gejala yang seringkali aku alami ketika aku ingin melakukan sesuatu, namun tidak tahu apa yang harus dilakukan.
seperti seakan-akan ada banyak fenomena terjadi didalam kepalaku dan semua-muanya ingin dikeluarkan, namun kekurangan kapabilitas panca-inderaku justru menghalangi niatan mereka yang membludak.

salah satu fenomena yang ada dikepalaku adalah pemikiran-pemikiran abstrak mengenai kamu.
walaupun segala bentuk omong kosong akan tetep terdengar seperti omong kosong, namun percaya tidak percaya, segala bentuk tingkah laku yang sensorik beradu panjang didalam kepalaku.
bahkan, gilanya.. segala bentuk tingkah laku yang secara sensorik belum tentu kamu bisa, akan, maupun terpikir dilakukan atau melakukan hal yang sama.
pemikiran-pemikiran tersebut membuatku gila
asal tahu saja..
meter-kubik kotakku sudah terlalu penuh, apakah perlu ditambah dengan abstraksi-abstraksi tentangmu seperti itu??
bagaimana menurut kamu?

dan, yang lebih mengesalkan lagi, ketika nampaknya syaraf-syarafku yang berkumpul di otak sudah sedikit membandel, mereka mengirim sinyal-sinyal tolol kepada kelenjar-kelenjar yang ada disekitar mataku.
sedikit saja aku berpikir, tak ayal air matapun ikut tertumpah.
buat apa coba??

apakah aku sedih? aku tidak tahu..
apakah itu air mata bahagia?? lebih tidak tahu lagi..

bahkan, boleh dibilang
semenjak aku mengenal kamu secara mendalam seperti sekarang, nampaknya aku mulai kehilangan kemampuanku dalam memberikan batasan-batasan yang jelas antara konsepsi-konsepsi yang melibatkan perasaan.

aku sudah tidak tahu lagi bedanya senang dan sedih
semuanya blur..

bahkan kini, sekarang, aku seakan sudah tidak mengerti lagi bedanya omong kosong  dengan yang bukan omong kosong..
bahkan aku seakan tidak tahu, antitesa dari omong kosong, antonimnya..
apa ya??
kalau kamu tahu, mohon secepatnya beritahu aku..

karena semakin aku terjaga, semakin omong kosong yang keluar
semakin aku menulis, semakin aku mengeluarkan kata "omong kosong"
padahal secara linguistik, istilah "omong kosong" itu sebenarnya agak-agak absurd.
apa itu omong kosong?
omong ya omong.. kosong ya kosong..

nah kamu semakin bingung kan??

oke, daripada kamu bingung.. sebaiknya aku persingkat aja omong kosong yang penuh kekosongan ini.

karena nampaknya segala omong kosong ini hanya sekedar uraian kata-kata tolol yang berusaha mengisyaratkan betapa aku merindukanmu malam ini..
malam-malam kemarin dan malam setelah ini..

April-02-2012
-Rianda Rizky Permata-

1 comments:

Rianda Rizky Permata on April 2, 2012 at 6:41 PM said...

Cerita fiksi :)

Post a Comment