RSS
Write some words about you and your blog here

Pages

Wednesday, April 18, 2012

Sebuah catatan kecil

Bahasa yang saya sampaikan adalah bahasa saya.
saya kadang susah berkata-kata ketika ada ruang beroksigen yang memaksa untuk berkata sambil bernafas. melakukan dua hal yang sama....
Bahasa ini terlalu tersirat atau jangan-jangan terlalu tersurat. tapi bukan itu intinya

ini hanya tentang sebuah chaos. sebuah ruangan yang kadang hanya berisi titik. tahukah kamu, bukan seperti itu caranya.

Membentukan kalimat utuh tidak sekedar kamu menaruh titik diakhir kalimaat, terkadang manusia lain disekeliling kamu dan saya, mengharapkan tanda koma, agar kita bisa melanjutkan, agar tak ada tanda seru diakhir.

Ini hanya sesimpel itu. tapii hati-hati, karena ketidakteraturan akan muncul, ya.... akan ada waktunya fraktal mengambil alih untuk ikut bermain dalam loncatan kuantum ini.

Hidup terkadang bukan selalu keharusan, tapi juga pilihan.
jadi, jika selalu berpikir 1+1 selalu berhasil 2, maka ternyata ada orang lain disekeliling kamu dan saya, yang meminta hasil 3 atau bahkan 100. lalu bagaimana?
itulah mengapa jangan kasih titik dibalakangnya, tapi berilah sebuah koma.

Hati-hati dengan loncatan kuantum manusia-manusia yang sudah jenuh akan sistem bifurkasi berpartikel tinggi, manusia-manusia yang benci didikte. manusia-manusia yang memilih menceburkan diri kedalam jurang dan bebas, daripada berada dalam kebun mawar yang penuh aturan-aturan berwarna abu-abu.

Pesan ini tidak ada objeknya, saya berbicara pada siapa saja. bahkan pada titisan langit berwarna merah jingga.
tapi untuk seseorang, ini ada pesannya. saya hanya mencoba merangkum sejenak. apa yang didapat. dari sebuah titik yang diberi, yang membuat saya mendengar tanda seru didapati dari manusia lain disebelah saya. tapi saya diam. saya sudah bilang, ini bahasa saya, bukan disana, disebuah ruang beroksigen yang menghimpit kami untuk berkata sambil bernafas.

Manusia seperti mereka tahu, bahwa apa yang berbahaya dan apa yang tidak. tapii tidak begitu caranya. kita mungkin tahu dan hafal betul peta kota jakarta, tapii ketika kita dipaksa bahkan didikte untuk mengikuti peta yang ada, maka nanti yang timbul adalah sebuah phase sapce, akan banyak fraktal berpartikel kelabu. ini yang haruus kita hindari

"Genggam tanganku tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin SEIRING bukan DIGIRING" itu kuncinya. biarkan kita sendiri yang tahu dan kita sendiri yang menjalankannya, bersama-sama. kadang ada manusia yang tak ingin digiring, tapii biarkan seiring, agar senada. seirama. akan lebih indah..

Saya hanya manusia kecil yang sekarang sedang sibuk berkata pada catatan kecil. tapii setiap kata yang tetulis berharap tidak terbuang sia-sia hanya karena kesoktahuan saya. saya hanya mencoba mencatat apa yang ada tentang hal kecil yang memiliki kekuatan atom berwarna merah muda.

hmh
bukankah hidup terkadang adalah pilihan? bukan keharusan, jadi jangan biarkan titik mengundang tanda seru yang membuat kamu akan terlonjak! tapi taruh sedikit koma diakhirnya, agar ada kata-kata manis yang akan terus dilanjutkan,

tidak ada unsur pesan bahkan dalam tulisan yang terlalu tersirat ini, atau ini hanya sebuah catatan yang amat tersurat, atau tak berarti yang hanya akan membuang energi untuk ditulis bahkan dibaca....
entahlah...
saya hanya mencoba berkata... karena hanya ini yang punya, hanya ini yang saya bisa. manusia kecil dengan bahasa kata-kata.

"Kesedihan tidak pernah membiarkan kebahagiaan datang sendirian ke hidup manusia, padahal seringkali kita tak punya cukup persediaan untuk menjamunya bersamaan.
Begitu banyak rasa sakit dan kehilangan, padahal hidup terlalu singkat untuk semua rasa itu.
Beruntunglah manusia yang tahu apa yang mereka cari, dan diberi cukup waktu untuk mencari.
Karena ada manusia yang tak punya cukup waktu untuk itu, bahkan untuk sekedar mencari tahu apa yang mereka cari.
Hingga pada akhirnya, cuma ada dua hal besar dalam hidup ini.
Kehilangan dan Harapan"

terimakasih untuk sebuah pembelajaran :)

0 comments:

Post a Comment

Wednesday, April 18, 2012

Sebuah catatan kecil


Bahasa yang saya sampaikan adalah bahasa saya.
saya kadang susah berkata-kata ketika ada ruang beroksigen yang memaksa untuk berkata sambil bernafas. melakukan dua hal yang sama....
Bahasa ini terlalu tersirat atau jangan-jangan terlalu tersurat. tapi bukan itu intinya

ini hanya tentang sebuah chaos. sebuah ruangan yang kadang hanya berisi titik. tahukah kamu, bukan seperti itu caranya.

Membentukan kalimat utuh tidak sekedar kamu menaruh titik diakhir kalimaat, terkadang manusia lain disekeliling kamu dan saya, mengharapkan tanda koma, agar kita bisa melanjutkan, agar tak ada tanda seru diakhir.

Ini hanya sesimpel itu. tapii hati-hati, karena ketidakteraturan akan muncul, ya.... akan ada waktunya fraktal mengambil alih untuk ikut bermain dalam loncatan kuantum ini.

Hidup terkadang bukan selalu keharusan, tapi juga pilihan.
jadi, jika selalu berpikir 1+1 selalu berhasil 2, maka ternyata ada orang lain disekeliling kamu dan saya, yang meminta hasil 3 atau bahkan 100. lalu bagaimana?
itulah mengapa jangan kasih titik dibalakangnya, tapi berilah sebuah koma.

Hati-hati dengan loncatan kuantum manusia-manusia yang sudah jenuh akan sistem bifurkasi berpartikel tinggi, manusia-manusia yang benci didikte. manusia-manusia yang memilih menceburkan diri kedalam jurang dan bebas, daripada berada dalam kebun mawar yang penuh aturan-aturan berwarna abu-abu.

Pesan ini tidak ada objeknya, saya berbicara pada siapa saja. bahkan pada titisan langit berwarna merah jingga.
tapi untuk seseorang, ini ada pesannya. saya hanya mencoba merangkum sejenak. apa yang didapat. dari sebuah titik yang diberi, yang membuat saya mendengar tanda seru didapati dari manusia lain disebelah saya. tapi saya diam. saya sudah bilang, ini bahasa saya, bukan disana, disebuah ruang beroksigen yang menghimpit kami untuk berkata sambil bernafas.

Manusia seperti mereka tahu, bahwa apa yang berbahaya dan apa yang tidak. tapii tidak begitu caranya. kita mungkin tahu dan hafal betul peta kota jakarta, tapii ketika kita dipaksa bahkan didikte untuk mengikuti peta yang ada, maka nanti yang timbul adalah sebuah phase sapce, akan banyak fraktal berpartikel kelabu. ini yang haruus kita hindari

"Genggam tanganku tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin SEIRING bukan DIGIRING" itu kuncinya. biarkan kita sendiri yang tahu dan kita sendiri yang menjalankannya, bersama-sama. kadang ada manusia yang tak ingin digiring, tapii biarkan seiring, agar senada. seirama. akan lebih indah..

Saya hanya manusia kecil yang sekarang sedang sibuk berkata pada catatan kecil. tapii setiap kata yang tetulis berharap tidak terbuang sia-sia hanya karena kesoktahuan saya. saya hanya mencoba mencatat apa yang ada tentang hal kecil yang memiliki kekuatan atom berwarna merah muda.

hmh
bukankah hidup terkadang adalah pilihan? bukan keharusan, jadi jangan biarkan titik mengundang tanda seru yang membuat kamu akan terlonjak! tapi taruh sedikit koma diakhirnya, agar ada kata-kata manis yang akan terus dilanjutkan,

tidak ada unsur pesan bahkan dalam tulisan yang terlalu tersirat ini, atau ini hanya sebuah catatan yang amat tersurat, atau tak berarti yang hanya akan membuang energi untuk ditulis bahkan dibaca....
entahlah...
saya hanya mencoba berkata... karena hanya ini yang punya, hanya ini yang saya bisa. manusia kecil dengan bahasa kata-kata.

"Kesedihan tidak pernah membiarkan kebahagiaan datang sendirian ke hidup manusia, padahal seringkali kita tak punya cukup persediaan untuk menjamunya bersamaan.
Begitu banyak rasa sakit dan kehilangan, padahal hidup terlalu singkat untuk semua rasa itu.
Beruntunglah manusia yang tahu apa yang mereka cari, dan diberi cukup waktu untuk mencari.
Karena ada manusia yang tak punya cukup waktu untuk itu, bahkan untuk sekedar mencari tahu apa yang mereka cari.
Hingga pada akhirnya, cuma ada dua hal besar dalam hidup ini.
Kehilangan dan Harapan"

terimakasih untuk sebuah pembelajaran :)

0 comments:

Post a Comment