RSS
Write some words about you and your blog here

Pages

Tuesday, April 10, 2012

Kabel Hitan dan Harapan

Saya tulis ini saat berada disebuah benda bergerak yang membawa saya menuju sebuah kota
di sebuahperjalanan memaafkan

Tentang si kabel hitam..

Saya suka mengamati kabel listrik berwarna hitam
mengamati dan mengikuti gerakannya
diantara saya yang dibawa bergerak oleh suatu benda yang tak punya jumlah roda pasti

tali panjang hitam itu menari dan mengajak saya bermain kejar-kejaran
tali hitam itu terasa amat dekat seakan saat saya mengulurkan jemari keluar
maka saya dapat menyentuhnya dan meminta dia berhenti menari

tali hitam yang masih menari itu mengingatkan saya pada nya
ternyata..
terbesit saya masih mengharapkannya jadi nyata
mata saya masih tertipu pada harapan
masih tertipu akan dia yang saya harapkan, ingin menrai bersama saya
masih tertipu akan dia yang saya rasa dekat dengan saya, meski jauh ternyata
masih tertipu akan dia yang saya harapkan mengajak saya kembali bermain dan bermimpi
dia..
harapan yang seakan dekat padahal amat sangat jauh

lalu?
haruskah saya mengulurkan tangan keluar jendela, mencoba menyentuh tali hitam itu, lalu saya yakin tak tersentuh, maka akan membuat saya luka
sama seperti diamanusia yang seakan terlihat dekat, 
tapi ternyata tak mungkin digapai
ya..
saya harus berdamai dengan kenyataan
kenyataan bahwa tali hitam itu sebenarnya jauh
dia juga tak sungguh sedang menari
tali hitam itu hanya diam
saya yang menari sendiri
ya..
kenyataan bahwa
saya memang sendiri

0 comments:

Post a Comment

Tuesday, April 10, 2012

Kabel Hitan dan Harapan


Saya tulis ini saat berada disebuah benda bergerak yang membawa saya menuju sebuah kota
di sebuahperjalanan memaafkan

Tentang si kabel hitam..

Saya suka mengamati kabel listrik berwarna hitam
mengamati dan mengikuti gerakannya
diantara saya yang dibawa bergerak oleh suatu benda yang tak punya jumlah roda pasti

tali panjang hitam itu menari dan mengajak saya bermain kejar-kejaran
tali hitam itu terasa amat dekat seakan saat saya mengulurkan jemari keluar
maka saya dapat menyentuhnya dan meminta dia berhenti menari

tali hitam yang masih menari itu mengingatkan saya pada nya
ternyata..
terbesit saya masih mengharapkannya jadi nyata
mata saya masih tertipu pada harapan
masih tertipu akan dia yang saya harapkan, ingin menrai bersama saya
masih tertipu akan dia yang saya rasa dekat dengan saya, meski jauh ternyata
masih tertipu akan dia yang saya harapkan mengajak saya kembali bermain dan bermimpi
dia..
harapan yang seakan dekat padahal amat sangat jauh

lalu?
haruskah saya mengulurkan tangan keluar jendela, mencoba menyentuh tali hitam itu, lalu saya yakin tak tersentuh, maka akan membuat saya luka
sama seperti diamanusia yang seakan terlihat dekat, 
tapi ternyata tak mungkin digapai
ya..
saya harus berdamai dengan kenyataan
kenyataan bahwa tali hitam itu sebenarnya jauh
dia juga tak sungguh sedang menari
tali hitam itu hanya diam
saya yang menari sendiri
ya..
kenyataan bahwa
saya memang sendiri

0 comments:

Post a Comment