RSS
Write some words about you and your blog here

Pages

Saturday, June 2, 2012

Berbagi Suka

aneh..
kemudian malam ini memutuskan untuk menulis sesuatu yang tidak pernah ditulis sebelumnyakata-kata sarat makna hingga menyembunyikan makna bahkan jadi andalan kinisaya akan banyak atau mungkin sedikit bercerita tentang banyak hal tentang sayasemua awalnya karena seorang teman yang bertanya apa yang disuka dan tak disuka kemudian dia menebak bagaimana kita
"bisa begitu?"bisa mungkin..
maka sedikit bercerita tentang objek yang juga subjek tapi bukan kata keterangan pastinya
apa yang saya suka

baiklah



saya suka sekali Kopi, mari kita ulang kata-kata ini sebanyaknya kopi, kopi, kopi, kopi, kopi, coffee. ya saya suka sekali kopi."i love coffee and coffee love me" selalu percaya bahwa kopi juga suka sama saya.
banyak yang bilang kopi berbahaya tapi buat saya lebih berbahaya jika saya tidak ngopi.
saya suka proses membuatnya, merasakannya, meneguknya, dan jadi teman saya disaat tak ada yang bisa sekalipun. dia ada di pagi hari, siang hari, malam, lalu pagi lagi, dan selalu. Sampai dalam hati saya suka bertekad suatu saat akan saya buka tempat minum kopi yang sangat menyenangkan dan ajaib.







Lalu, saya suka Biru. suka sekali warna biru. Biru itu tenang seperti laut, Biru itu tak bertepi layaknya langit, Biru itu anugrah dari sebuah warna. 


Saya kemudian suka dengan momentum bernama Pagi. momentum tercepat dengan jutaan partikel ajaib yang minta diraih. saya suka pagi dengan matahari yang malu-malu. orang-orang yang berjalan cepat bahkan kadang harus suka lengkap dengan suara klakson mobil yang panik karena detik berlalu lebih cepat. saya suka pagi dengan rumput yang masih basah oleh hujan semalam. saya suka pagi meskipun tak ada sapaan dari manusia spesial karena pagi akan menjelma jadi spesial meski tanpa seorang manusia spesial.


Lalu saya suka Musik yang kemudian punya cerita. nada-nada yang mengalun kemudian seiring dengan gerakan lanhkah, degup jantung, aliran darah, tempat berkuasa dan banyak hal. beberapa yang saya suka, dari sekian banyak lagi yang saya suka.









itu hanya sebagian dari banyak sekali yang saya suka. saya dengar banyak dan cerna banyak dan suka banyak. tapi mereka saya suka. Selalu suka. banyak hal yang bisa jadi bahan saat kita mulai dengan musik. Musik apa yang kau dengar? maka lalu jadi panjang, pasti obrolannya.


Saya suka sekali buah jeruk sangat, Jeruk adalah buah yang sangat buah, dan bittersweet.


Saya suka menulis. suka sekali. suka baca juga pastinya. tapi suka menulis. suka sekali. menulis adalah bagian yang sangat menyenangkan. sama menyenangkannya dengan tertawa, dengan berlari, menyenangkan.


 Belle is noted for being the first Disney Princess to have brown hair and hazel-brown eyes. She is the only daughter of an aspiring inventor named Maurice. Though not very rebellious, Belle, a book-lover, is intelligent, stubborn and outspoken, and exhibits some traits offeminism throughout the film. In the first film Belle dreams of leaving her provincial village life and having adventures "in the great, wide somewhere", like the ones she reads about in her books.


 i cant describe that.. suka sekali!


Saya suka malam di Australia dengan banyak lampu, apalagi jika habis hujan, dan kita lihat dari dalam bis kota. itu indah. Tapi tak terlalu suka malam gelap. saya suka yang ini. jadi bukan malam yang lengkap, karena perlu pelengkap.

saya suka bercerita, tertawa, berlari, lompat, berbicara, dan banyak momentum yang saya suka.
Ada pasti yang tak saya suka, tapi saya ternyata suka berbagi yang saya suka dibanding yang tidak saya suka.

dan pastinya..
saya selalu suka jika ada yang baca semua tulisan yang saya rangkai.

ini tidak penting
tapi mungkin jadi menyenangkan
dan saya suka jika membuat orang lain senang.

suka tak suka disuka menyukai, aah, mari terjebak atas kosakata sarat makna.
dan saya suka tanda, dibanding
dan kalau tak penting, maka saya kembali mengutip kata-kata chairil
"bukan maksudku berbagi nasib, nasib adalah kesunyian masing-masing"



Kisah #1

manusia bergerak dan berubah
ada yang datang ada yang baru saja pergi
atau sudah lama pergi dan belum kembali
atau menunggu untuk diraih


saya tak pernah merencanakannya

karena sudah ada yang merencanakannya
kadang saya ingin banyak yang tak boleh pergi cukup datang dan jangan pergi
ada banyak juga memang yang tak pergi


dulu saya pernah mengharapkan yang pergi itu kembali

tapi mungkin..itu harga mahal!
kini saya mengharapkan yang baru datang

dia yang saya rencanakan dan menunggu rencananya

kalau dia datang

jangan pergi..
saya sudah tak ingin yang pergi kembali

maka beri kan saya yang belum datang itu sungguh datang
ya ya ya.. berbelit belit
tapi ada satu pastinya yang tak datang tak pergi tak kembali dan tetap ada


itu saya
kadang diri kita sendiri memang teman yang paling sejati.

Friday, June 1, 2012

Why I Love Rain..

Saya tidak tahu mengapa saya menyukai hujan. Tidak tahu mengapa dari sekian banyak fenomena alam, harus hujan yang jadi favorit, bahkan nomor satu dalam daftar hal-hal favorit milik saya.

Kalau kata Shinchi di komik Detective Conan, "kadang kita tidak butuh alasan untuk menyukai atau membenci sesatu."

Atau, "what comes from heart, touched heart deep."

Mungkin saya simpel menyukai hujan karena pernah ada yang pernah memberikan saya momen di sebuah hujan; ada juga yang pernah membuat saya menangis ditengah hujan; ada yang pernah memberikan saya air hujan sebagai sebuah kado terindah--terbaik--sampai sejuah ini; ada yang pernah membuat saya menyadari bahwa hujan sama halnya seperti manusia - cepat datang, cepat pergi.

Saya tidak pernah tahu.

Sama ketika saya - atau banyak orang diluar sana - memilih untuk mencintai/menyayangi seseorang.

Ada sebuah novel, keluaran Gagas Media berjudul "Marrigeable" yang menulis begini: Sama kayak orang tua ke kita. Mereka tidak pernah bisa memilih anaknya mau seperti apa, yang mereka tahu cuma nerima. Dan apapun bentuknya, mereka bersyukur.

Dari dulu, kita selalu diajarkan untuk mencintai sesuatu tanpa alasan. Dari kecil. Saat kita mempunyai orang tua, kita tidak pernah punya alasan signifikan kenapa harus menyanyangi mereka, selain karena mereka memang mereka adalah orang tua kita.

Atau ketika seorang wanita berusaha menjaga mati-matian anak di dalam rahimnya, tanpa peduli, anak ini cacat/tidak, sempurna/tidak. They just love. A pure love.

Dan ketika ada orang yang bilang, mencintailah dengan matamu..... shoot you!

Kalau dari kecil kita sudah diajarkan untuk mencintai tidak dengan mata, kalau sekarang kita melakukan itu pada orang lain, tidak apa-apa, kan?

Equibilum

Setelah berlari cukup lama, akhirnya saya kembali di sini. Di titik nol. Equibilum. Ketika seluruh jiwa lelah diajak kabur-kaburan; dengan pekerjaan, dengan sekolah, dengan 'perbincangan' lewat dunia lain, dengan tidur.... ketika seluruh objek untuk lari dari kenyataan itu tidak bisa lagi mengalihkan saya dari kamu, ternyata saya hanya bisa tersenyum, tertawa.

Seluruhnya melebur dalam satu momen. Satu momen yang datang tanpa disengaja. Satu momen yang selalu saya syukuri keberadaannya. Satu momen yang indah untuk diingat, sakit untuk dikenang--sebuah transformik yang berbanding terbalik.

Karena, sejauh manapun saya berlari, kamu tidak kemana-mana. Kamu tetap berada di pikiran saya, di hati saya, di otak saya, di tempat yang sama. Tidak berjalan kemana-mana.

Saturday, June 2, 2012

Berbagi Suka


aneh..
kemudian malam ini memutuskan untuk menulis sesuatu yang tidak pernah ditulis sebelumnyakata-kata sarat makna hingga menyembunyikan makna bahkan jadi andalan kinisaya akan banyak atau mungkin sedikit bercerita tentang banyak hal tentang sayasemua awalnya karena seorang teman yang bertanya apa yang disuka dan tak disuka kemudian dia menebak bagaimana kita
"bisa begitu?"bisa mungkin..
maka sedikit bercerita tentang objek yang juga subjek tapi bukan kata keterangan pastinya
apa yang saya suka

baiklah



saya suka sekali Kopi, mari kita ulang kata-kata ini sebanyaknya kopi, kopi, kopi, kopi, kopi, coffee. ya saya suka sekali kopi."i love coffee and coffee love me" selalu percaya bahwa kopi juga suka sama saya.
banyak yang bilang kopi berbahaya tapi buat saya lebih berbahaya jika saya tidak ngopi.
saya suka proses membuatnya, merasakannya, meneguknya, dan jadi teman saya disaat tak ada yang bisa sekalipun. dia ada di pagi hari, siang hari, malam, lalu pagi lagi, dan selalu. Sampai dalam hati saya suka bertekad suatu saat akan saya buka tempat minum kopi yang sangat menyenangkan dan ajaib.







Lalu, saya suka Biru. suka sekali warna biru. Biru itu tenang seperti laut, Biru itu tak bertepi layaknya langit, Biru itu anugrah dari sebuah warna. 


Saya kemudian suka dengan momentum bernama Pagi. momentum tercepat dengan jutaan partikel ajaib yang minta diraih. saya suka pagi dengan matahari yang malu-malu. orang-orang yang berjalan cepat bahkan kadang harus suka lengkap dengan suara klakson mobil yang panik karena detik berlalu lebih cepat. saya suka pagi dengan rumput yang masih basah oleh hujan semalam. saya suka pagi meskipun tak ada sapaan dari manusia spesial karena pagi akan menjelma jadi spesial meski tanpa seorang manusia spesial.


Lalu saya suka Musik yang kemudian punya cerita. nada-nada yang mengalun kemudian seiring dengan gerakan lanhkah, degup jantung, aliran darah, tempat berkuasa dan banyak hal. beberapa yang saya suka, dari sekian banyak lagi yang saya suka.









itu hanya sebagian dari banyak sekali yang saya suka. saya dengar banyak dan cerna banyak dan suka banyak. tapi mereka saya suka. Selalu suka. banyak hal yang bisa jadi bahan saat kita mulai dengan musik. Musik apa yang kau dengar? maka lalu jadi panjang, pasti obrolannya.


Saya suka sekali buah jeruk sangat, Jeruk adalah buah yang sangat buah, dan bittersweet.


Saya suka menulis. suka sekali. suka baca juga pastinya. tapi suka menulis. suka sekali. menulis adalah bagian yang sangat menyenangkan. sama menyenangkannya dengan tertawa, dengan berlari, menyenangkan.


 Belle is noted for being the first Disney Princess to have brown hair and hazel-brown eyes. She is the only daughter of an aspiring inventor named Maurice. Though not very rebellious, Belle, a book-lover, is intelligent, stubborn and outspoken, and exhibits some traits offeminism throughout the film. In the first film Belle dreams of leaving her provincial village life and having adventures "in the great, wide somewhere", like the ones she reads about in her books.


 i cant describe that.. suka sekali!


Saya suka malam di Australia dengan banyak lampu, apalagi jika habis hujan, dan kita lihat dari dalam bis kota. itu indah. Tapi tak terlalu suka malam gelap. saya suka yang ini. jadi bukan malam yang lengkap, karena perlu pelengkap.

saya suka bercerita, tertawa, berlari, lompat, berbicara, dan banyak momentum yang saya suka.
Ada pasti yang tak saya suka, tapi saya ternyata suka berbagi yang saya suka dibanding yang tidak saya suka.

dan pastinya..
saya selalu suka jika ada yang baca semua tulisan yang saya rangkai.

ini tidak penting
tapi mungkin jadi menyenangkan
dan saya suka jika membuat orang lain senang.

suka tak suka disuka menyukai, aah, mari terjebak atas kosakata sarat makna.
dan saya suka tanda, dibanding
dan kalau tak penting, maka saya kembali mengutip kata-kata chairil
"bukan maksudku berbagi nasib, nasib adalah kesunyian masing-masing"



Kisah #1


manusia bergerak dan berubah
ada yang datang ada yang baru saja pergi
atau sudah lama pergi dan belum kembali
atau menunggu untuk diraih


saya tak pernah merencanakannya

karena sudah ada yang merencanakannya
kadang saya ingin banyak yang tak boleh pergi cukup datang dan jangan pergi
ada banyak juga memang yang tak pergi


dulu saya pernah mengharapkan yang pergi itu kembali

tapi mungkin..itu harga mahal!
kini saya mengharapkan yang baru datang

dia yang saya rencanakan dan menunggu rencananya

kalau dia datang

jangan pergi..
saya sudah tak ingin yang pergi kembali

maka beri kan saya yang belum datang itu sungguh datang
ya ya ya.. berbelit belit
tapi ada satu pastinya yang tak datang tak pergi tak kembali dan tetap ada


itu saya
kadang diri kita sendiri memang teman yang paling sejati.

Friday, June 1, 2012

Why I Love Rain..


Saya tidak tahu mengapa saya menyukai hujan. Tidak tahu mengapa dari sekian banyak fenomena alam, harus hujan yang jadi favorit, bahkan nomor satu dalam daftar hal-hal favorit milik saya.

Kalau kata Shinchi di komik Detective Conan, "kadang kita tidak butuh alasan untuk menyukai atau membenci sesatu."

Atau, "what comes from heart, touched heart deep."

Mungkin saya simpel menyukai hujan karena pernah ada yang pernah memberikan saya momen di sebuah hujan; ada juga yang pernah membuat saya menangis ditengah hujan; ada yang pernah memberikan saya air hujan sebagai sebuah kado terindah--terbaik--sampai sejuah ini; ada yang pernah membuat saya menyadari bahwa hujan sama halnya seperti manusia - cepat datang, cepat pergi.

Saya tidak pernah tahu.

Sama ketika saya - atau banyak orang diluar sana - memilih untuk mencintai/menyayangi seseorang.

Ada sebuah novel, keluaran Gagas Media berjudul "Marrigeable" yang menulis begini: Sama kayak orang tua ke kita. Mereka tidak pernah bisa memilih anaknya mau seperti apa, yang mereka tahu cuma nerima. Dan apapun bentuknya, mereka bersyukur.

Dari dulu, kita selalu diajarkan untuk mencintai sesuatu tanpa alasan. Dari kecil. Saat kita mempunyai orang tua, kita tidak pernah punya alasan signifikan kenapa harus menyanyangi mereka, selain karena mereka memang mereka adalah orang tua kita.

Atau ketika seorang wanita berusaha menjaga mati-matian anak di dalam rahimnya, tanpa peduli, anak ini cacat/tidak, sempurna/tidak. They just love. A pure love.

Dan ketika ada orang yang bilang, mencintailah dengan matamu..... shoot you!

Kalau dari kecil kita sudah diajarkan untuk mencintai tidak dengan mata, kalau sekarang kita melakukan itu pada orang lain, tidak apa-apa, kan?

Equibilum


Setelah berlari cukup lama, akhirnya saya kembali di sini. Di titik nol. Equibilum. Ketika seluruh jiwa lelah diajak kabur-kaburan; dengan pekerjaan, dengan sekolah, dengan 'perbincangan' lewat dunia lain, dengan tidur.... ketika seluruh objek untuk lari dari kenyataan itu tidak bisa lagi mengalihkan saya dari kamu, ternyata saya hanya bisa tersenyum, tertawa.

Seluruhnya melebur dalam satu momen. Satu momen yang datang tanpa disengaja. Satu momen yang selalu saya syukuri keberadaannya. Satu momen yang indah untuk diingat, sakit untuk dikenang--sebuah transformik yang berbanding terbalik.

Karena, sejauh manapun saya berlari, kamu tidak kemana-mana. Kamu tetap berada di pikiran saya, di hati saya, di otak saya, di tempat yang sama. Tidak berjalan kemana-mana.