RSS
Write some words about you and your blog here

Pages

Friday, June 1, 2012

Equibilum

Setelah berlari cukup lama, akhirnya saya kembali di sini. Di titik nol. Equibilum. Ketika seluruh jiwa lelah diajak kabur-kaburan; dengan pekerjaan, dengan sekolah, dengan 'perbincangan' lewat dunia lain, dengan tidur.... ketika seluruh objek untuk lari dari kenyataan itu tidak bisa lagi mengalihkan saya dari kamu, ternyata saya hanya bisa tersenyum, tertawa.

Seluruhnya melebur dalam satu momen. Satu momen yang datang tanpa disengaja. Satu momen yang selalu saya syukuri keberadaannya. Satu momen yang indah untuk diingat, sakit untuk dikenang--sebuah transformik yang berbanding terbalik.

Karena, sejauh manapun saya berlari, kamu tidak kemana-mana. Kamu tetap berada di pikiran saya, di hati saya, di otak saya, di tempat yang sama. Tidak berjalan kemana-mana.

0 comments:

Post a Comment

Friday, June 1, 2012

Equibilum


Setelah berlari cukup lama, akhirnya saya kembali di sini. Di titik nol. Equibilum. Ketika seluruh jiwa lelah diajak kabur-kaburan; dengan pekerjaan, dengan sekolah, dengan 'perbincangan' lewat dunia lain, dengan tidur.... ketika seluruh objek untuk lari dari kenyataan itu tidak bisa lagi mengalihkan saya dari kamu, ternyata saya hanya bisa tersenyum, tertawa.

Seluruhnya melebur dalam satu momen. Satu momen yang datang tanpa disengaja. Satu momen yang selalu saya syukuri keberadaannya. Satu momen yang indah untuk diingat, sakit untuk dikenang--sebuah transformik yang berbanding terbalik.

Karena, sejauh manapun saya berlari, kamu tidak kemana-mana. Kamu tetap berada di pikiran saya, di hati saya, di otak saya, di tempat yang sama. Tidak berjalan kemana-mana.

0 comments:

Post a Comment