RSS
Write some words about you and your blog here

Pages

Sunday, May 13, 2012

Dia yang Tidak Boleh Disebut Namanya


Semua orang tahu, semua orang mengerti bahwa ketika kita mencintai seseorang akan ada dua hal yang kita terima dari mereka: bertepuk sebelah tangan atautidak bertepuk sebelah tangan. Merasakan cinta sendiri adalah hal paling harafiah dari seorang manusia.

Dan Cinta, dengan nama yang arti harafiahnya adalah cinta, malah membenci bahkan terkesan mengutuk arti kata cinta. Menurut Cinta, cinta adalah jenis kata yang membuat orang harus jatuh bangun hanya untuk merasakannya.

Dan bagi Cinta, cinta adalah......... Dia yang tidak boleh disebut namanya.

Cinta sendiri tidak mengerti, ia hanya mau belajar dari kesalahan bahwa cinta bukanlah lolipop, dari awal sampai akhir manis, lalu dibuang pada akhirnya. Menurut Cinta, cinta adalah hal yang sebaliknya: habis manis sepah dibuang. Sepah, sepet. Semuanya.

Cinta menyimpulkan hal ini bukan karena alasan yang sepogoh-pogoh ia lontarkan sendiri tanpa adanya observasi. Cinta sudah mengobservasi mengenai cinta itu. Rasanya, sakitnya, pedihnya, manisnya, bagusnya - semuanya seperti permen sugus.

Namun, ada satu hal yang tidak Cinta mengerti mengenai cinta. Satu hal krusial dan menimpa banyak orang: kita jatuh satu, mereka datang satu. Cinta bisa datang dan pergi sesukanya, itulah manusia, begitupula dengan cinta. Bersama dengan cinta yang datang dan pergi, perasaan yang sudah diobservasi oleh Cinta pun otomatis akan datang berulang-ulang seperti rekaan wilayah alur-mundur plot sebuah cerita.

Dan begitulah kenyataannya: Cinta tidak tahu ia sedang didatangi (kembali) oleh cinta, oleh dia yang tidak boleh disebut namanya, oleh.......................... cinta.

0 comments:

Post a Comment

Sunday, May 13, 2012

Dia yang Tidak Boleh Disebut Namanya



Semua orang tahu, semua orang mengerti bahwa ketika kita mencintai seseorang akan ada dua hal yang kita terima dari mereka: bertepuk sebelah tangan atautidak bertepuk sebelah tangan. Merasakan cinta sendiri adalah hal paling harafiah dari seorang manusia.

Dan Cinta, dengan nama yang arti harafiahnya adalah cinta, malah membenci bahkan terkesan mengutuk arti kata cinta. Menurut Cinta, cinta adalah jenis kata yang membuat orang harus jatuh bangun hanya untuk merasakannya.

Dan bagi Cinta, cinta adalah......... Dia yang tidak boleh disebut namanya.

Cinta sendiri tidak mengerti, ia hanya mau belajar dari kesalahan bahwa cinta bukanlah lolipop, dari awal sampai akhir manis, lalu dibuang pada akhirnya. Menurut Cinta, cinta adalah hal yang sebaliknya: habis manis sepah dibuang. Sepah, sepet. Semuanya.

Cinta menyimpulkan hal ini bukan karena alasan yang sepogoh-pogoh ia lontarkan sendiri tanpa adanya observasi. Cinta sudah mengobservasi mengenai cinta itu. Rasanya, sakitnya, pedihnya, manisnya, bagusnya - semuanya seperti permen sugus.

Namun, ada satu hal yang tidak Cinta mengerti mengenai cinta. Satu hal krusial dan menimpa banyak orang: kita jatuh satu, mereka datang satu. Cinta bisa datang dan pergi sesukanya, itulah manusia, begitupula dengan cinta. Bersama dengan cinta yang datang dan pergi, perasaan yang sudah diobservasi oleh Cinta pun otomatis akan datang berulang-ulang seperti rekaan wilayah alur-mundur plot sebuah cerita.

Dan begitulah kenyataannya: Cinta tidak tahu ia sedang didatangi (kembali) oleh cinta, oleh dia yang tidak boleh disebut namanya, oleh.......................... cinta.

0 comments:

Post a Comment