Patah hati itu sebenernya gak selamanya buruk. Dan gak selamanya
patah hati itu diidentikan sama orang yang entah cintanya gak terbalas
atau apapun yang berkaitan sama cinta.
Patah hati, gue memandangnya sebagai sesuatu yang universal. Rasa
kekecewaan yang mendalam terhadap suatu hal. Dan selama SMA, gue sering
patah hati.
Terutama, patah hati gara-gara ekspektasi gue terhadap sesuatu gak
tercapai karena gue orangnya memang terlampau perfeksionis dan mungkin
ini bikin orang sebel karena gue orangnya selalu menargetkan
kesempurnaan dalam setiap pekerjaan.
Sebenernya gue sendiri sadar, kalo yang membuat gue demikian itu gue
sendiri. Gue memang selalu berekspektasi tinggi terhadap suatu hal
terutama masalah akademis dan apa yang menjadi tujuan hidup gue. Sekali
ekspektasi gue gak kesampean, gue bisa down banget namun gak lama
kemudian bangkit lagi dan terus berusaha sampe gue ngedapetin apa yang
gue mau. Itu gara-gara patah hati.
SMA mengajarkan gue banyak hal, terutama karena gue sering patah hati.
Gara-gara patah hati, gue jadi pekerja keras.
Gara-gara patah hati, gue jadi pantang menyerah.
Gara-gara patah hati, gue bersyukur ada orang-orang tertentu yang peduli dan menemani gue dalam menghadapi segala permasalahan.
Gara-gara patah hati, gue jadi orang yang jauh lebih sabar ketimbang dulu.
Gara-gara patah hati, gue belajar jadi orang yang realistis. Gak
selamanya yang kita mau bisa kita dapetin. Mau udah berusaha dan berdoa
pun, kalo emang Allah gak ngehendakin kita gak bakal dapetin.
Dari semua hal yang bikin gue patah hati, tanpa sadar gue menyapu
kepingan yang ada dan mengumpulkannya untuk jadi orang yang lebih baik
lagi.
Biar awalnya menyebalkan, tapi sekarang gue bersyukur selama SMA
banyak mengalami ‘patah hati’ toh diantara banyak patah hati tersebut
masih ada orang-orang tertentu yang membuat gue selalu bersemangat untuk
bangkit dan ngumpulin kepingan yang patah. Ibaratnya, teman-teman dan
kebahagiaan selama SMA itu lem yang menyambung hati biar utuh lagi
walaupun sering patah <3
Mungkin ini post paling crappy yang pernah gue tulis di Blog
ini. Tapi daripada tulisan ini tersimpan jadi sampah di otak gue mending
ditulis.
Dari orang yang sering patah hati,
Rianda



0 comments:
Post a Comment