sudah lama saya tidak menulis
dan kemudian menyadari
saya juga sudah lama tidak mencintai
mungkin mencintai sama dengan menulis
sudah lama saya tidak menulis
sampai lupa bagaimana, menarikan jari jemari diatas tuts keyboard yang menjadi kering
mencintai juga begitu
sudah lama saya tidak mencintai
sampai lupa bagaimana, memulai bermain hati dengan hati-hati
saya juga sudah lama tidak merindu
tepatnya malas untuk merindu
mungkin lama kelamaan saya akan lupa bagaimana rasanya merindu
saya lalu kembali menulis
merangkai kata
menarikan jemari diatas keyboard yg sudah agak basah akan keringat kecil dari sela-sela jari
saya lalu kembali mencintai
kembali berharap
kembali tersenyum karena hal-hal kecil yang entahlah
tapi saya lupa sesuatu
sudah lama saya tidak dicintai
mungkin saya sudah lupa rasanya
rasanya digiring dan seiring
rasanya berlari dengan ikatan yang sebetulnya bukan itu hakikatnya
saya mungkin kembali merindukan
tapi bukan dirindukan
saya mungkin kembali mencintai
tapi bukan berarti dicintai
kalau kini saya kembali menulis
bukan berarti juga saya kembali ditulis
saya lebih suka apa?
me- atau di-
subjek atau objek
entahlah
kembali mengharapkan seseorang
bukan kembali diharapkan oleh seseorang
bukankah mencintai hanya akan dibunuh karena tuntutan untuk dicintai
yaaaa
biarkan saja begini
biarkan kembali menulis, agar tidak lupa rasanya
biarkan kembali mencintai seseorang, agar banyak kata terangkai kembali
biarkan kembali merindukan seseorang, agar kemudian menjadi alasan kita bergerak ke satu tempat
biarkan kembali mengharapkan seseorang, agar hidup berjalan ke depan
biarkan saja
tanpa perlu
dicintai
dirindukan
diharapkan
bukankah
"Allah selalu tahu, hanya menunggu"
ya menunggu
bukan ditunggu :D
Tuesday, April 10, 2012
Tuesday, April 10, 2012
Mencintai.. Dicintai..
6:42 PM
Posted by
Rianda Rizky Permata
sudah lama saya tidak menulis
dan kemudian menyadari
saya juga sudah lama tidak mencintai
mungkin mencintai sama dengan menulis
sudah lama saya tidak menulis
sampai lupa bagaimana, menarikan jari jemari diatas tuts keyboard yang menjadi kering
mencintai juga begitu
sudah lama saya tidak mencintai
sampai lupa bagaimana, memulai bermain hati dengan hati-hati
saya juga sudah lama tidak merindu
tepatnya malas untuk merindu
mungkin lama kelamaan saya akan lupa bagaimana rasanya merindu
saya lalu kembali menulis
merangkai kata
menarikan jemari diatas keyboard yg sudah agak basah akan keringat kecil dari sela-sela jari
saya lalu kembali mencintai
kembali berharap
kembali tersenyum karena hal-hal kecil yang entahlah
tapi saya lupa sesuatu
sudah lama saya tidak dicintai
mungkin saya sudah lupa rasanya
rasanya digiring dan seiring
rasanya berlari dengan ikatan yang sebetulnya bukan itu hakikatnya
saya mungkin kembali merindukan
tapi bukan dirindukan
saya mungkin kembali mencintai
tapi bukan berarti dicintai
kalau kini saya kembali menulis
bukan berarti juga saya kembali ditulis
saya lebih suka apa?
me- atau di-
subjek atau objek
entahlah
kembali mengharapkan seseorang
bukan kembali diharapkan oleh seseorang
bukankah mencintai hanya akan dibunuh karena tuntutan untuk dicintai
yaaaa
biarkan saja begini
biarkan kembali menulis, agar tidak lupa rasanya
biarkan kembali mencintai seseorang, agar banyak kata terangkai kembali
biarkan kembali merindukan seseorang, agar kemudian menjadi alasan kita bergerak ke satu tempat
biarkan kembali mengharapkan seseorang, agar hidup berjalan ke depan
biarkan saja
tanpa perlu
dicintai
dirindukan
diharapkan
bukankah
"Allah selalu tahu, hanya menunggu"
ya menunggu
bukan ditunggu :D
dan kemudian menyadari
saya juga sudah lama tidak mencintai
mungkin mencintai sama dengan menulis
sudah lama saya tidak menulis
sampai lupa bagaimana, menarikan jari jemari diatas tuts keyboard yang menjadi kering
mencintai juga begitu
sudah lama saya tidak mencintai
sampai lupa bagaimana, memulai bermain hati dengan hati-hati
saya juga sudah lama tidak merindu
tepatnya malas untuk merindu
mungkin lama kelamaan saya akan lupa bagaimana rasanya merindu
saya lalu kembali menulis
merangkai kata
menarikan jemari diatas keyboard yg sudah agak basah akan keringat kecil dari sela-sela jari
saya lalu kembali mencintai
kembali berharap
kembali tersenyum karena hal-hal kecil yang entahlah
tapi saya lupa sesuatu
sudah lama saya tidak dicintai
mungkin saya sudah lupa rasanya
rasanya digiring dan seiring
rasanya berlari dengan ikatan yang sebetulnya bukan itu hakikatnya
saya mungkin kembali merindukan
tapi bukan dirindukan
saya mungkin kembali mencintai
tapi bukan berarti dicintai
kalau kini saya kembali menulis
bukan berarti juga saya kembali ditulis
saya lebih suka apa?
me- atau di-
subjek atau objek
entahlah
kembali mengharapkan seseorang
bukan kembali diharapkan oleh seseorang
bukankah mencintai hanya akan dibunuh karena tuntutan untuk dicintai
yaaaa
biarkan saja begini
biarkan kembali menulis, agar tidak lupa rasanya
biarkan kembali mencintai seseorang, agar banyak kata terangkai kembali
biarkan kembali merindukan seseorang, agar kemudian menjadi alasan kita bergerak ke satu tempat
biarkan kembali mengharapkan seseorang, agar hidup berjalan ke depan
biarkan saja
tanpa perlu
dicintai
dirindukan
diharapkan
bukankah
"Allah selalu tahu, hanya menunggu"
ya menunggu
bukan ditunggu :D
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment