Sitta
mematung diantara senja merah ungu. Langit diatasnya terasa hanya
sejengkal, dirinya yang putih kelabu seakan menyatu dengan senja ungu,
lalu menari diantara menara cahaya berbintang jingga. Langit hanya
sejengkal di atas kepalanya. diatas harapan yang memutar bersama
rangkaian memori abu-abu.
"Kalau kamu disuruh memilih, kamu pilih harapan? atau memori?" dirinya bertanya pada sesosok purnama disampingnya. hanya berbatas rangkaian berpartikel berkulit asa.
"Saya pilih harapan" purnama berkata seiring bias senja berpayung merah jingga
"Saya takut berharap"
"Kenapa Sitta? Karena takut akan terjatuh?"
Sitta kembali mematung diantara bias senja berlilitan awan kelabu. Jatuh. dia sudah pernah terjatuh. duluu. berasama memori yang pernah terbentuk lewat sejuntai harapan merah ungu.
"Sitta, kamu jatuh cinta?" Purnama bertanya. Purnama berkata. sebuah kata tanya yang melonjat bersama partikel kuantum yang menyentuh raga untuk tersenyum. Bifurkasi jatuh cinta. hal terbodoh dan terhebat yang diciptakan sang maha kuasa.
"Saya takut jatuh cinta lagi" Sitta berkata perlahan. seiring awan yang perlahan berganti dengan semburat langit jingga. semburat yang menyisakan tawa. menyisakan memori dan ketakutan akan harapan.
"Ini seperti teori kopi sita. kamu tau bahayanya, tapi karena kamu suka kamu akan tetap meneguknya. saya tau, itu berbahaya, tapi saya juga tau kamu tak akan takut merasakannya"
"Saya bukan takut jatuh cinta, purnama...hanya sedang memcoba kembali berharap, berharap akan manusia baru bernama harapan"
"Dan kamu jatuh cinta sama harapan itu?"
"Ya. mungkin saja. tapi saya takut hanya mencintai"
"Sitta...bukankah dunia indah dengan mencintai, dan selalu rusak karena tekanan untuk dicintai'
"Purnama...tapi kali ini aku mencintai harapan.."
"Itu lebih baik. daripada mencintai memori'
Sitta terdiam diantara partikel waktu. lalu lupa bahwa purnama hanya purnama. teman senja yang menciptakan dunia berwarna merah jambu.
Sitta berpikir diantara tekanan bifurkasi jatuh cinta. bersama semburat partikel berpayung teduh mentari senja.
Dan disenja itu dia tersenyum. berkata lirih dengan ragu yang menyusup perlahan diruang tak berdermaga.
"Saya jatuh cinta lagi?"
-Untuk manusia bernama harapan :)- Sitta
"Kalau kamu disuruh memilih, kamu pilih harapan? atau memori?" dirinya bertanya pada sesosok purnama disampingnya. hanya berbatas rangkaian berpartikel berkulit asa.
"Saya pilih harapan" purnama berkata seiring bias senja berpayung merah jingga
"Saya takut berharap"
"Kenapa Sitta? Karena takut akan terjatuh?"
Sitta kembali mematung diantara bias senja berlilitan awan kelabu. Jatuh. dia sudah pernah terjatuh. duluu. berasama memori yang pernah terbentuk lewat sejuntai harapan merah ungu.
"Sitta, kamu jatuh cinta?" Purnama bertanya. Purnama berkata. sebuah kata tanya yang melonjat bersama partikel kuantum yang menyentuh raga untuk tersenyum. Bifurkasi jatuh cinta. hal terbodoh dan terhebat yang diciptakan sang maha kuasa.
"Saya takut jatuh cinta lagi" Sitta berkata perlahan. seiring awan yang perlahan berganti dengan semburat langit jingga. semburat yang menyisakan tawa. menyisakan memori dan ketakutan akan harapan.
"Ini seperti teori kopi sita. kamu tau bahayanya, tapi karena kamu suka kamu akan tetap meneguknya. saya tau, itu berbahaya, tapi saya juga tau kamu tak akan takut merasakannya"
"Saya bukan takut jatuh cinta, purnama...hanya sedang memcoba kembali berharap, berharap akan manusia baru bernama harapan"
"Dan kamu jatuh cinta sama harapan itu?"
"Ya. mungkin saja. tapi saya takut hanya mencintai"
"Sitta...bukankah dunia indah dengan mencintai, dan selalu rusak karena tekanan untuk dicintai'
"Purnama...tapi kali ini aku mencintai harapan.."
"Itu lebih baik. daripada mencintai memori'
Sitta terdiam diantara partikel waktu. lalu lupa bahwa purnama hanya purnama. teman senja yang menciptakan dunia berwarna merah jambu.
Sitta berpikir diantara tekanan bifurkasi jatuh cinta. bersama semburat partikel berpayung teduh mentari senja.
Dan disenja itu dia tersenyum. berkata lirih dengan ragu yang menyusup perlahan diruang tak berdermaga.
"Saya jatuh cinta lagi?"
-Untuk manusia bernama harapan :)- Sitta



0 comments:
Post a Comment