"Bukan maksudku berbagi nasib....nasib adalah kesunyian masing-masing"
Sudah lama tak berbagi...
Terlalu banyak kata terpendam, tersembunyi dibalik senyum manis yang terpaksa terpasang. Hanya untuk meramaikan langit. agar langit tak selamanya kelabu. untuk meramaikan langit, dengan semburat merah jingga bersama senyum berwarna ungu.
Baru kemarin hujan turun. butirannya selembut memori berwarna kelabu.
Hari-hari ini ada harapan yang minta diraih. butirannya berdatangan bak pelangi berwarna merah jingga.
Kemarin dan hari ini saya masih mematung tanpa payung...
merasakan butiran hitam lembut...
hanya diam
memandangi memori. melenyapkan harapan...
Ada yang bilang hidup dibiarkan untuk berbagi...
untuk apa?
bukankah nasib adalah kesunyian masing-masing?
kalau saya bisa berjalan dibawah langit berwarna merah jingga..
untuk apa saya kembali mengharapakan manusia berwarna ungu yang menciptakan kelabu
Tapi ruangan dalam hati punya kunci
manusia butuh manusia lain untuk berbagi..
kemudia bertanya?
saya butuh manusia lainkah?
saya sudah punya dalam masa lampau. dalam tubuh berwujud memori
dalam hitungan momentum-momentum waktu berwujud lampau
dalam partikel-partikel bernama masa lalu
dan semuanya tergambar dalam langit bernama memori berwarna ungu kelabu.
mengapa ungu?
mengapa kelabu?
Kenangan akan yang lalu berwarna ungu...
Kenyataan akan kehilanganlah yang berwarna kelabu...
Baru saja...
ada sebuah partikel berwarna merah jingga datang
partikel bernama harapan
sentuhan lembut yang membuat saya berpikir akan hari esok
lalu melihat langit
langit saya sudah merah jingga?
haruskah saya bermain kembali dengan harapan?
harapan bersama partikel berwujud manusia sekarang
haruskah kembali berharap akan momentum bernama masa datang?
momentum yang mungkin akan kembali berwarna kelabu...
saya bingung
saya lelah
saya terjebak dalam momentum waktu yang mempunyai tenaga bifurkasi tinggi akan hal bernama jatuh cinta..
ahh...
saya kembali meneguk secangkir kopi panas berwarna merah marun
harapan? dan memori?
Sekarang ada karena yang lalu juga ada
Dan yang datang akan ada karena sekarang juga ada
lalu?
-saya ragu ada yang mau berbagi nasib bersama saya kembali. Tidak juga Memori ataupun Harapan.-
"Bukan maksudku berbagi nasib...nasib adalah kesunyian masing-masing- (Chairil Anwar



0 comments:
Post a Comment