RSS
Write some words about you and your blog here

Pages

Monday, April 2, 2012

Tulisan seorang ego

manusia adalah individu
dan individu adalah ego
ketika ia bicara soal ketulusan, ia bicara omong kosong..

sikap tulus hanya akan berujung pada rasa sakit
sakit yang pedih, namun tak dapat di ratap.
senyum tulus adalah senyum kecut menahan pahit
pahit yang dipaksakan terasa manis

ya,
itulah yang terjadi ketika ego berusaha tulus mencitai

sia-sia..
karena sesungguhnya tak ada cinta yang tulus

cinta adalah egosentrisme yang tak kuat menahan kesendirian
cinta hanyalah paham belaka, idealis dan utopis..

namun mengapa ego bersikeras untuk mencinta?
walau sakit, pedih, perih..
walau terluka sampai hina..
karena dengan sekuat tenaga, mencoba menerima terpaan realita

realita yang selamanya kan mengolok-olok cinta
mencemooh kebodohan ego yang buta

ego yang dengan bodohnya mengkombinasikan cinta dengan ketulusan
tanpa menyadari ketulusan hanyalah alibi yang menyokong egonya sendiri..
ego yang teryata memang memiliki kebutuhan untuk melepaskan kewajibannya berfikir logis..
kebutuhan untuk merasakan dirinya terombang-ambing..
dalam bentuk mencintai, disakiti, menyakiti..
dengan berandai-andai dan berangan-angan

ya,
sekali lagi dikatakan..

cinta itu egois..
tulus itu omong kosong..
semua itu sifatnya adiktif.. manufaktur..
asli buatan manusia
manusia yang notabene adalah sang ego

sang ego,
yang kala ini sedang menatap hamparan putih
mengumandangkan tawa sinis
yang lalu tak lama lagi akan berdiri dan kembali berkutat dengan cinta bodohnya
cinta bodoh yang baru saja ia kritisi.. dengan logika sesaatnya
yang teryata hanya bertahan selama satuan menit..

(Rianda Rizky Permata, April-02-2012)

0 comments:

Post a Comment

Monday, April 2, 2012

Tulisan seorang ego


manusia adalah individu
dan individu adalah ego
ketika ia bicara soal ketulusan, ia bicara omong kosong..

sikap tulus hanya akan berujung pada rasa sakit
sakit yang pedih, namun tak dapat di ratap.
senyum tulus adalah senyum kecut menahan pahit
pahit yang dipaksakan terasa manis

ya,
itulah yang terjadi ketika ego berusaha tulus mencitai

sia-sia..
karena sesungguhnya tak ada cinta yang tulus

cinta adalah egosentrisme yang tak kuat menahan kesendirian
cinta hanyalah paham belaka, idealis dan utopis..

namun mengapa ego bersikeras untuk mencinta?
walau sakit, pedih, perih..
walau terluka sampai hina..
karena dengan sekuat tenaga, mencoba menerima terpaan realita

realita yang selamanya kan mengolok-olok cinta
mencemooh kebodohan ego yang buta

ego yang dengan bodohnya mengkombinasikan cinta dengan ketulusan
tanpa menyadari ketulusan hanyalah alibi yang menyokong egonya sendiri..
ego yang teryata memang memiliki kebutuhan untuk melepaskan kewajibannya berfikir logis..
kebutuhan untuk merasakan dirinya terombang-ambing..
dalam bentuk mencintai, disakiti, menyakiti..
dengan berandai-andai dan berangan-angan

ya,
sekali lagi dikatakan..

cinta itu egois..
tulus itu omong kosong..
semua itu sifatnya adiktif.. manufaktur..
asli buatan manusia
manusia yang notabene adalah sang ego

sang ego,
yang kala ini sedang menatap hamparan putih
mengumandangkan tawa sinis
yang lalu tak lama lagi akan berdiri dan kembali berkutat dengan cinta bodohnya
cinta bodoh yang baru saja ia kritisi.. dengan logika sesaatnya
yang teryata hanya bertahan selama satuan menit..

(Rianda Rizky Permata, April-02-2012)

0 comments:

Post a Comment