Aku ingin bersamamu
Tanpa mengenal perihal konsekuensi
Karena toh untuk bersamaku itu mudah saja
Duduk saja disampingku, ya, disitu
Karena kau akan kubiarkan mengomentariku semalaman
Aku ingin bersamamu
Tanpa mengenal batas ruang dan waktu
Aku ingin berdansa dalam gelap
Menginjak kakimu, membantumu berputar, lalu tertawa karena kau mengambil arah yang salah
Lalu kan kubiarkan kau menertawaiku
serta misuh-misuh karena ku menginjak kakimu tadi
Aku membayangkan rasanya apabila aku bersamamu.
Akankah akan ada pelangi? Ataukah ada bintang?
Ataukah sekedar ini itu yang tidak bisa menjadi ini maupun menjadi itu
Ataukah ketika kita bersama, akan ada dunia dimana pelangi menjadi bintang
Dan ini menjadi itu
Dunia ini dimana,
Kamu berkata, aku membantah
Aku berkata, kamu misuh-misuh
Kamu bertanya, aku menggerundel
Aku menjawab, kamu menjawab juga
Dunia yang penuh absuritas
Namun..
Menyenangkan..
Ya,
Bersamamu itu nampaknya menyenangkan
Karena bersamamu itu terdengar seperti suatu wacana yang konyol
Bagaikan wacana seorang gadis cilik akan eksistensi dunia permen
Atau wacana bocah laki-laki yang ingin menaiki awan kinton
Semakin konyol, semakin mendekati wacana akan bersamamu
Menyenangkan..
Namun hanya terbatas angan pada angan
Karena nampaknya,
Kau tidak memberikanku kesempatan itu..
(Rianda Rizky Permata, March 31 2012)



1 comments:
Ada temenku perempuan abis baca ini trs dia tanya 'seseorang yg dimaksut disitu nyata atau semu Ing?' yaah aku jwb 'nyata syg ;)' hehe orgnya mungkin salah satu yg membaca ini kataku dlm hati.
Post a Comment