Tulisan kali ini masih memiliki kaitan yang erat dengan post saya yang tadi. Hanya saja, yang membuat post ini sedikit berbeda dengan yang kemarin adalah di post tadi saya terlalumeluapkan emosi saya dalam merangkai kata demi kata. Setelah menulis post tadi, saya kembali berpikir keras. I mean, apakah perubahan yang saya maksud dalam post tadi merupakan perubahan yang sedemikian buruknya sehingga saya kerap menyesalinya?
Banyak sekali hal dalam hidup yang saya tidak mengerti. Mulai dari hal yang sebenarnya simpel, hingga hal yang memang kompleks macam perubahan serta takdir.
Setiap hari, perubahan demi perubahan bergulir dalam hidup saya. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Tak hanya perubahan saja, pembaharuan pun kerap terjadi mulai dari skala kecil hingga skala besar. Orang datang dan pergi, nasib baik dan nasib buruk bergulir dengan ritmenya. Bisa jadi di suatu hari saya berada dalam luapan kebahagian, lalu keesokan harinya tersungkur dalam kesedihan dengan alasan yang mungkin saja sebelumnya tidak pernah terpikirkan sama sekali.
Saya pun terperangkap dalam perubahan. Entah karena saya kurang piawai mengikuti arus perubahan yang ditentukan oleh Tuhan, atau bagaimana. Saya tahu, perubahan adalah hal yang pasti. Dan pilihannya dua: Melebur dalam perubahan tersebut atau.. Diam dan terus berharap agar keadaan bisa menjadi seperti sedia kala.
Saya bingung.
Perubahan menuntut saya untuk melakukan hal yang mana?
Apakah perubahan yang menurut saya buruk benar-benar sedemikian buruknya?
Sebenarnya apa yang akan dihasilkan dari akumulasi perubahan yang ada?
Apakah perubahan yang menurut saya buruk benar-benar sedemikian buruknya?
Sebenarnya apa yang akan dihasilkan dari akumulasi perubahan yang ada?
Saya hanya bisa menyimpulkan bahwa semua itu termasuk enigma dalam kehidupan.
Saya tidak tahu, apakah hal yang ditakdirkan terhadap diri saya akan membawa saya menjadi bagaimana di masa depan? Apakah dengan adanya beberapa orang (atau seseorang) yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kehidupan saya
dan merampas hal yang sangat berharga bagi saya
itu baik?
dan merampas hal yang sangat berharga bagi saya
itu baik?
Saya bingung. Saya tahu, saya sudah menuliskan kalimat tersebut berulang kali dalam post ini untuk menunjukkan bahwa saya benar-benar clueless dan tidak memahami enigma dalam kehidupan ini. Semuanya masih kabur di mata saya.
Apa yang menurut kita baik bisa jadi bukan merupakan yang terbaik. Dan yang menurut kita buruk, justru malah merupakan yang terbaik. Memang terdengar pragmatis, namun kalau dipikir-pikir benar adanya walaupun kalimat tersebut well, cukup klise.
Saya memilih untuk menjalani hidup saya seperti biasa. Tidak diam dan terpaku terhadap apa yang sudah berlalu, namun tidak juga melebur terhadap perubahan yang ada.
Rianda



0 comments:
Post a Comment